Pemda Poso Sampaikan Permohonan Maaf, Usai Bongkar Gapura Tapal Batas

  • Whatsapp
Pemda Poso Sampaikan Permohonan Maaf, Usai Bongkar Gapura Tapal Batas
Sekda parigi Moutong, Zulfinasran Achmad dan Sekda Poso, Frits Sampurnama, SH, M.Ap, usai lakukan pertemuan di kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (17/10). Foto : Roy

PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Poso berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong untuk menuntaskan permasalahan pembongkaran gapura tapal batas wilayah.

Pemda Poso, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Poso, Frits Sampurnama, SH, M.Ap, diterima langsung Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran Achmad, di ruang kerjanya, Senin (17/10).

Bacaan Lainnya

“Kehadiran kami ke Kabupaten Parigi Moutong untuk menyampaikan permohonan maaf atas pembongkaran gapura tapal batas wilayah Poso dan Parigi Moutong,” ungkap Frits Sampurnama.

Dia mengatakan, terjadinya pembongkaran gapura tapal batas wilayah itu karena miskomunikasi antara pelaksana proyek dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemberi pekerjaan, sehingga permasalahan yang tidak diinginkan pun akhirnya terjadi.

Menurut dia, Pemda Poso tidak menginginkan terjadi gesekan antara dua wilayah yang berdekatan tersebut. Apalagi, Kabupaten Parigi Moutong selama ini telah banyak memberikan kontribusi dan dukungan terhadap berbagai penyelenggaran event yang dilaksanakan di Kabupaten Poso.

“Kami akui tindakan itu sesuatu yang keliru. Sehingga Bupati menyampaikan permohonan maaf ini. Tentunya, hal-hal lain akan dibicarakan lagi ditingkat pimpinan dan apapun yang disepakati akan kami laksanakan,” tukasnya.

Berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan tersebut, kata dia, Pemda Poso akan membangun kembali gapura tapal batas wilayah tersebut.

“Kami akan menyampaikan hasil pertemuan ini, agar pembangunan itu dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad mengatakan, permohonan maaf itu akan ditindaklanjuti secara tertulis oleh Pemda Poso dan suratnya akan dilayangkan ke Pemda Parigi Moutong.

Dia berharap, permasalahan ini segera teredam, sehingga tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk membenturkan Kabupaten Parigi Moutong dan Poso.

“Pertemuan ini juga akan kami sampaikan ke Gubernur Sulawesi Tengah. Pemda Poso bersedia membangun kembali gapuranya,” pungkasnya.  *theopini.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *