RS Moutong Belum Dialiri Listrik Permanen, Begini Kata Bupati

276
RS Pratama Bulue Napuae Moutong yang terletak di Jalan Samsurizal Tombolotutu, Desa Salumpengut Kecamatan Moutong, hingga saat ini belum juga mendapat aliran listrik yang permanen. Foto: RUDI MARTISANDI

PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap PLN, akibat Rumah Sakit (RS) Pratama Bulue Napuae Moutong hingga saat ini belum juga mendapat aliran daya listrik yang permanen.
“Saya tidak mengerti apa yang menjadi permasalahan, padahal segala sesuatu tentang persaratannya telah kami lengkapi. Oleh PLN katanya gardu tidak ada, gardu segera kami bangun, katanya lagi kabel tidak ada, kabel pun kami siapkan. Namun hingga sekarang, aliran listrik yang permanen belum juga ada, menurut saya permasalahan sesungguhnya sekarang ini, hanya tinggal menyambungkan kabel saja,” ungkap Samsurizal, saat memberikan sambutan pada acara pelepasan Lomba Perahu Layar FPTT 2017, di dermaga Pelabuhan Moutong, Senin (3/4).
Mantan Dandim Sidrap itu menyebutkan, bahwa aliran listrik permanen untuk RS Pratama Moutong sangat penting untuk kepentingan warga setempat. Dan seharusnya segera menjadi perhatian bagi lembaga yang dipercayakan negara untuk mengelola energi kelistrikan di Indonesia.
“Masalah listrik di Rumah Sakit Moutong bukan untuk kepentingan pribadi saya, tapi untuk kepentingan rakyat, khususnya warga Moutong dan sekitarnya,” kata Samsurizal.
Pada kesempatan tersebut, Samsurizal meminta agar unsur Muspika setempat segera menemui PLN Ranting Moutong, guna membicarakan permasalahan yang dimaksud.
Terpisah, pihak RS Pratama Moutong yang dikonfirmasi SonguLara, membenarkan hal tersebut. Menurut staf tekhnis bernama Irfan, saat ini aliran listrik RS hanya disuplai melalui program multi guna dari PLN. Program tersebut hanya bersifat sementara, dan itu pun harus dibayar duluan dengan daya yang cukup terbatas. Hanya saja Irfan tidak menjelaskan, berapa besaran dana yang harus dikeluarkan oleh RS Pratama Moutong untuk membayar daya listrik program multi guna PLN yang mereka gunakan sekarang.
“Kebutuhan listrik kami mencapai 53 ribu watt, sehingga harus menggunakan daya listrik permanen,” tandas Irfan. RUDI MARTISANDI

LEAVE A REPLY