Ini Yang Dilakukan PMI Selama Masa Tanggap Darurat Gempa di Parigi Moutong

81

PARIGI MOUTONG – Pasca gempa bermagnitudo 7,4 SR yang mengguncang Palu, Sigi, Doggala dan Kabupaten Parigi Moutong 28 September lalu, nyaris tak ada pemberitaan yang terkait dengan kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong.
Sepi dari pemberitaan media bukan karena PMI tak bergerak. Mereka justru menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan bagi warga yang terdampak gempa di Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan laporan yang dirilis PMI hari ini, pasca gempa 28 September lalu, banyak kegiatan pelayanan kemanusiaan yang sudah dilakukan PMI. Diantaranya, melakukan asessment, membangun dapur umum, pelayanan kesehatan, penyaluran logistik, serta memberikan layanan PSP atau Psychosocial Support Program.
Salah satu pengurus PMI Kabupaten Parigi Moutong, Nur Srikandi Puja Passau mengatakan, hanya beberapa jam pasca gempa PMI langsung melakukan asessment terhadap masyarakat yang terdampak gempa. “Sampai saat ini tercatat warga terdampak gempa sebanyak 1.823 kepala keluarga, 6.869 Jiwa dan 1. 690 rumah mengalami kerusakan terdiri dari 407 rusak berat, 449 rusak sedang dan 834 rusak ringan,” kata Puja, Rabu (24/10).
PMI juga mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian yang berada di desa Baliara untuk melayani 8 titik kamp pengungsian yaitu kamp Baliara 450 jiwa, kamp Pombolowo 250 jiwa, kamp Lobu 110 jiwa, kamp Jonokalora 605 jiwa, kamp Lebo 450 jiwa, kamp Parigimpu’u 900 jiwa dan kamp Pelawa 350 jiwa.
“Selain itu, PMI juga melakukan Pelayanan Kesehatan bekerjasama dengan Pemda Parigi Moutong dan IDI Kabupaten Parigi Moutong. Melayani Pasien yang berkunjung ke posko kesehatan dan posko mobile ke Camp Pengungsian,” jelas Puja.
Bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, PMI juga melakukan layanan distribusi bantuan kepada pengungsi. Sejauh ini PMI Parigi Moutong telah mendistribusikan sebanyak 352 Paket Bantuan kepada 352 kepala keluarga yang terdampak gempa. “Sampai hari ini PMI masih melanjutkan proses distribusi tersebut dan mengusahakan agar seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya.
PMI kata Puja mendapatkan Support dari beberapa lembaga antara lain, Bank BPD Sulteng, BEM Farmasi UIT Makassar, PMR SMAN 1 Bolano Lambunu, PT. WIN Group, OSIS SMAN 1 Parigi, PMI Kabupaten Balut, Alumni IPDN/STPDN Kota Palopo, Kemenkomar RI, Posko Induk TDB PMI Sulteng serta bantuan donasi dari orang perorang. “Tercatat sampai dengan tanggal 15 Oktober 2018 donasi yang masuk ke PMI sebesar Rp. 22 juta lebih,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY