Mobil Layanan Perpustakaan Pemda Parigi Moutong “Diserbu” Anak Anak Pengungsi

59

PARIGI MOUTONG – Lama tak merasakan proses belajar di bangku sekolah, ratusan anak yang berada di pengungsian lapangan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu langsung “menyerbu” mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusaka) Kabupaten Parigi Moutong yang ditempatkan di lokasi pengungsian Kabonena Palu Barat.

Dispusaka Kabupaten Parigi Moutong yang tergabung dalam relawan Kemanusiaan Sulteng Bangkit yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, menyediakan Mobil Layanan Perpustakaan bagi warga di posko pengungsian wilayah Palu Barat.

Terbukti Mobil layanan perpustakaan keliling Dispusaka Kabupaten Parigi Moutong diminati warga pengungsi khususnya anak-anak. Setelah dibuka, Sabtu (27/10) pagi, warga yang sebagian besar anak-anak langsung berebutan membaca sejumlah koleksi buku yang tersedia di mobil itu.

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan dan Kegemaran Membaca Dispusaka Kabupaten Parigi Moutong, Absad S.Ag, M.Pd mengatakan, Mobil layanan perpustakaan mempunyai dua fungsi yaitu sebagai literasi untuk membaca dan literasi pemutaran film.

Absad menambahkan keberadaan Mobil layanan perpustakaan untuk menghibur sekaligus menghilangkan trauma pasca bencana. Yang terpenting mobil perpustakaan itu juga bermanfaat untuk meningkatkan minat baca kepada masyarakat pengungsi khususnya bagi anak-anak.

“Saya berharap mobil layanan perpustakaan dapat menghilangkan trauma serta dapat meningkatkan gemar membaca kepada pengungsi. Orangnya bisa saja mengungsi, tapi pikirannya tidak boleh mengungsi”. Ujar Absad saat ditemui di Posko utama relawan kemanusiaan Kabupaten Parigi Moutong di pengungsian Mandiri Kabonena Palu, Sabtu (27/10).

Absad menambahkan, mobil layanan Perpustakaan Pemda Parigi Moutong ini akan beroperasi di wilayah Palu Barat khususnya posko pengungsian Mandiri Kabonena, posko pengungsian Masjid Agung dan posko pengungsian Balaroa. “Walaupun hanya sehari kami akan melayani masyarakat pengungsi di 3 posko itu, mulai dari pemutaran film dan penyediaan buka untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Semoga hal bermanfaat,” harapnya **

LEAVE A REPLY