Tersangka Pembunuh Siswa SMAN 1 Toboli Terancam Hukuman Mati

67
KONFERENSI PERS- Kapolres Parigi Moutong, Zulham Efendi Lubis, menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan siswa SMAN 1 Toboli, Jumat (16/11). FOTO : AKSA

PARIGI MOUTONG – Kapolres Parigi Moutong, AKBP Zulham Efendi Lubis mengatakan, MJ (31) yang menjadi tersangka pembunuh siswi SMAN 1 Toboli inisial RN, terancam hukuman mati.  Tersangka dikenakan pasal 80 ayat (3) Undang-undang (UU) RI Nomor: 35 Tahun 2014 perubahan UU Nomor : 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak atau pasal 340 KUHP Sub pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. Hal itu diungkapkan Kapolres Zulham Efendi Lubis saat konferensi pers, Jumat (16/11).

Kapolres Zulham menuturkan, tersangka berhasil ditangkap polisi di Kabupaten Luwuk, Jumat (9/11) sekira pukul 09.30 Wita, setelah satu tahun menjadi buron.

Menurut Kapolres, tersangka MJ ditangkap setelah dilakukan proses penyelidikan selama dua hari bekerjasama dengan Satreskrim Polres Banggai. Saat proses penangkapan, tersangka sempat memberikan perlawanan sehingga terpaksa dilumpuhkan oleh Polisi.

Sementara, motif tersangka tega membunuh RN menurut Kapolres, disebabkan merasa sakit hati.

“Pertama masalah tanah dengan mertuanya dan kedua, sakit hati karena merasa korban sering

mengadukan hal-hal tidak benar tentang dirinya kepada keluarganya,” ungkapnya.

Kapolres menguraikan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka yang tidak lain adalah

kakak ipar RN sendiri, terjadi di Dusun dua, Desa Toboli Barat Kecamatan Parigi Utara, 15

November 2017. Saat itu korban akan berangkat ke sekolah.

“Saat mendekati sekolah, tersangka yang berprofesi sebagai pengambil pasir, tiba-tiba

menyekap leher korban dengan tali tas, sehingga korban meninggal dunia. Tersangka kemudian menyeret korban ke semak-semak. Setelah itu tersangka melanjutkan kembali mengambil pasir,” urainya.

Lebih jauh Kapolres mengungkapkan, setelah melakukan aksinya, tersangka sempat kembali ke rumahnya untuk pamit pergi bekerja. Selama dalam pelariannya di Luwuk kata Kapolres, tersangka sempat bekerja disana. AKSA

LEAVE A REPLY