Jika Terbukti Lakukan Pelecehan, ADP Bakal Diberhentikan

20
Ketua BK DPRD Parigi Moutong, Usman Yamin

PARIGI MOUTONG – Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong berinisial ADP terhadap dua wartawati di daerah ini terus bergulir. Kali ini, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Parigi Moutong ikut menyikapi hal itu.

Ketua BK DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Usman Yamin kepada sejumlah warttawan, baru-baru ini, menegaskan, ADP bakal diberhentikan sebagai anggota DPRD jika terbukti melakukan pelecehan seksual.

Usman Yamin mengatakan, BK terlebih dahulu akan menggelar musyawarah untuk melihat dan menilai duduk perkara tersebut dan masih berpegang pada azas praduga tak bersalah.

“Kita juga akan melihat proses hukum terhadap yang bersangkutan,” katanya.

Usman Yamin menjelaskan, jika terbukti, maka sesuai Tata tertib, BK akan memberikan sanksi berat ataupun ringan kepada anggota DPRD berangkutan. Sanksi terberat adalah diberhentikan sebagai anggota DPRD.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra itu menurut Usman Yamin, bukan perkara main-main. Mengingat peristiwa itu terjadi pada saat dua wartawati yang diduga menjadi korban sedang melaksanakan tugas. Tak heran bila ketersinggungan ini juga melibatkan wartawan diluar Kabupaten Parigi Moutong.

Dia berharap, aparat penegak hukum segera memproses dan menyelesaikan perkara ini.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Parigi Moutong juga menyikapi perkara yang melibatkan kadernya tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Parigi Moutong, Nico Rantung menegaskan, apabila ADP terbukti melakukan pelecehan seksual, maka akan ada sanksi berat yang akan diberikan.

“Sementara ini, kami masih menghargai dan menunggu proses hukum yang sedang berlangsung,” tegasnya.

Nico menegaskan, kasus pelecehan seksual merupakan salah salah satu kategori perbuatan yang dilarang partai. Apalagi jika perbuatan itu dilakukan kadernya yang menjabat anggota DPRD.

“Sanksi partai jelas ada. Tapi kami tidak akan terburu-buru. Kita akan mempelajari dulu kasusnya,” ujarnya.

Diketahui, kasus ini sudah ditangani pihak Kepolisian Resort (Polres) Parigi Moutong dan proses penyelidikannya sementara berlangsung.

Dua wartawati yang diduga menjadi korban, Fr dan NR sudah dimintai keterangannya oleh pihak Kepolisian di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. AKSA

LEAVE A REPLY