Peserta PFA 2018 Puas Nikmati Jalur Gowes di Parigi

32
Peserta Event Parigi Fun Adventure 2018. Jeprin/Humas Pemda

PARIGI MOUTONG – Even Parigi Fun Adventure (PFA) 2018 cukup menyedot perhatian pecinta sepeda di Sulawesi Tengah. Lebih dari 100 peserta ikut terlibat dalam kegiatan bertajuk Bike and Camp itu, Sabtu (1/12). Mengambil start dan finish di depan RTH Toraranga Parigi, para peserta dilepas secara resmi Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai.

Sebelum start, Ketua Pelaksana yang juga Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Parigi Moutong, Sakti Lasimpala, memberikan arahan bahwa jalur yang dilalui ini single track, sehingga dibutuhkan kesabaran.

“Ini bukan Race, jadi tidak perlu berlomba siapa di depan. Silakan nikmati jalurnya,” kata Sakti

Tepat pukul 06.58 wita, peserta dilepas dan dikawal langsung Satuan Lalulitas Polres Parigi Moutong menuju rute yang telah ditentukan panitia. Memasuki jalur dua Kelurahan Masigi hingga ke Desa Olaya, peserta PFA 2018 mulai dimanjakan oleh pemandangan hamparan sawah yang luas.

Dari titik ini, sebegian peserta terlihat mulai melakukan sprint. Masuk ke Desa Olobaru beberapa pesepeda mulai melambat. Dari sini, goweser ditantang melintasi jalur menanjak kurang lebih 200 meter. Sepanjang jalur Desa Olobaru hingga tembus ke Desa Air Panas, para goweser menyusuri jalan setapak menurun yang cukup menguji adrenalin.

Di Desa Air Panas hingga ke Desa Kayuboko, kondisi jalan mulai menurun. Sejumlah peserta terlihat begitu menikmati jalur itu. Sepanjang jalan dari Desa Air Panas menuju Desa Kayuboko, peserta melintasi beberapa jalur yang cukup ekstrim dan menantang.

Jalur adventure yang tembus ke lokasi tambang menjadi pilihan para goweser. Namun, karena terlalu ekstrim dan berbahaya, panitia tidak mengizinkan anak-anak yang mengikuti kegiatan itu melalui jalur itu, sehingga mereka harus mengambil arah jalur kanan.

Sebagian besar peserta menyatakan puas mengikuti kegiatan PFA 2018. Muhamad Ikbal Ershi dari Ampana Gowes Team mengaku puas menikmati jalur yang ditawarkan oleh Panitia. Tidak hanya itu, para goweser dari Kabupaten Tojounauna ini mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan panitia.

“Kami teman-teman Ampana Gowes Team mengucapkan terima kasih buat panitia pelaksana PFA atas jamuan mulai kami datang sampai pulang, terutama jamuan rutenya yang banyak ‘menipu’ kami,” ujarnya sambil bergurau.

Penilaian yang sama juga disampaikan Dodi, goweser dari Kabupaten Boul Tolitoli.

“Boul dan Tolitoli izin pamit Om Dayat dan teman teman panitia, terima kasih atas pelayanan maksimalnya, sampai ketemu di next event,” tulis Dodi dalam pesan WhatsApp grup PFA 2018.

O2 Club Sepeda dari Masamba Sulawesi Selatan yang juga ikut dalam kegiatan itu turut memberikan penilaian. Mereka mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan panitia, termasuk jalur yang ditawarkan cukup memacu adrenalin.

“Walapun kami datang dari jauh, tapi terbayar dengan pelayanan dan jalur yang diberikan panitia. Terima kasih, mudah mudahan tahun depan kami bisa datang lagi ke Parigi,” kata Romy dari O2 tim.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, mengapresiasi kehadiran peserta PFA 2018 yang menurutnya diluar perikiraan. Melihat antusiasisme peserta, pembina ISSI Parigi Moutong ini menyatakan mendukung PFA dilaksanan setiap tahun.

“Kegiatan ini cukup menjadi pengobat kerinduan masyarakat karena tahun ini TdCC batal dilaksanakan. Insha Allah tahun depan PFA kita akan laksanakan lagi,”ujar Badrun Nggai yang turut gowes di PFA 2018.

Di Even PFA 2018, Andi Muhamad Tavip dari Palu Montain Bike mendapat kejuatan ulang tahun dari para peserta gowes saat tiba di finish. Sebagai rasa syukurnya, Cyclist senior Sulawesi Tengah itu memberikan 1 unit sepeda kepada salah satu Pantiasuhan di Parigi.

LEAVE A REPLY