Disiplin Kehadiran Pegawai Lingkup Setda Meningkat

39
Pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan apel bersama di halaman Kantor Bupati, belum lama ini. (Foto:Humas Pemda)

PARIGI MOUTONG – Sejak rencana pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang kabarnya bakal diberikan tahun ini, tingkat disiplin dari aspek kehadiran pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Parigi Moutong mengalami peningkatan.

Apel pagi dan sore yang biasanya hanya diikuti belasan pegawai, tetapi sejak minggu pertama bulan Januari 2019 terlihat membludak. Tidak hanya pegawai ASN, kedisipilinan mengikuti apel pagi dan sore ini juga diikuti oleh Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Tidak seperti tahun sebelumnya, kehadiran pegawai mengikuti apel pagi dan sore tahun ini langsung meningkat drastis. Mungkin karena sudah mau ada TP,” kata Yunus, salah satu pegawai di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, H. Arman Maulana, S.Pd, MM mengimbau seluruh ASN dan PTT lingkup setda dapat menjadi contoh bagi pegawai di OPD lainnya. Ia berharap, disiplin kehadiran pegawai itu tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian TPP tetapi didasarkan pada kesadaran masing-masing pegawai untuk mematuhi Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil (PNS). “Semoga kondisi ini bukan hanya karena ada TP, tapi benar-benar karena kesadaran kita bersama untuk mematuhi PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil,” kata Arman Maulana ketika memimpin apel pagi lingkup Sekretariat Daerah belum lama ini.

Arman menambahkan, jika sudah memilih profesi sebagai pegawai negeri sipil, maka wajib hukumnya mengikuti aturan yang berlaku. Sebab katanya, banyak pegawai yang beralasan tidak hadir ke kantor mengikuti apel karena harus mengurus anak dan lain sebagainya. “Itu alasan klasik. Mestinya kalau kita taat dan patuh pada aturan, hadir apel dulu, kemudian baru mengurus yang lainnya,” tandasnya.

Menurutnya, kedisiplinan pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah akan menjadi cerminan bagi OPD lainnya. “Kalau di sekretariat daerah ini pegawainya tidak disiplin, maka pegawai di OPD lainnya pasti juga akan ikut ikutan. Oleh karena itu, pegawai di sekretariat daerah harus memberikan contoh kepada OPD lainnya,” tegas mantan Kadis Sosial Kabupaten Parigi Moutong itu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong, H. Ardi, S.Pd, MM meminta kepada masing-masing Bagian dilingkungan Sekretariat daerah untuk menertibkan absen pegawai pada apel pagi dan sore. Ia berterima kasih kepada seluruh pegawai yang telah memiliki kesadaran mentaati aturan disiplin. “Terima kasih telah melaksanakan kegiatan apel pagi dan sore. Tolong absennya ditertibkan,” tulis Sekda dalam pesan whatsapp grup Sekretariat Daerah. **

LEAVE A REPLY