Penyuluh Diminta Motivasi Nelayan Kembangkan Usaha Ekonomi

39
Kepala Diskanlut Parigi Moutong, Efendi Batjo, saat rapat koordinasi dengan penyuluh dan koordinator lapangan, Kamis (10/1). Foto : Faiz

PARIGI MOUTONG – Penyuluh perikanan dan koordinator lapangan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) diminta untuk mengarahkan dan terus memotivasi masyarakat nelayan untuk mengembangkan sumber daya perikanan kearah usaha ekonomi.

“Harus mampu mengarahkan mereka (nelayan) untuk tidak terpaku hanya dengan usaha penjualan ikan yang bersifat bahan baku, tetapi bisa memacu nelayan untuk mengembangkan sumber daya ikan yang dimiliki menjadi produk panganan dan bernilai ekonomi pula,” kata Kepala Diskanlut Parigi Moutong, Efendi Batjo, saat rapat koordinasi dengan penyuluh dan koordinator lapangan (kecamatan), Kamis (10/1).

Banyak hal kata Efendi yang bisa dilakukan, sebut saja mengarahkan nelayan untuk mengembangkan usaha dabu-dabu ikan roa misalnya. Sumber daya alam untuk pembuatan satu jenis produk pangan tersebut sangat berlimpah. Nilai jual ikan yang sudah menjadi produk seperti itu tentunya jauh lebih tinggi bila dibanding dengan menjual ikan dalam bentuk bahan baku seperti dibakar.

Selain menjadi produk yang dipasarkan, produk panganan tersebut juga akan berfungsi sebagai cadangan makanan kata dia, manakala ikan sedang kurang karena pengaruh cuaca.

Bila nelayan bisa mengembangkan hal tersebut, maka langkah yang dilakukan pemerintah kedepan tinggal membantu menyiapkan peralatan untuk pengolahan produksi ikan, sehingga tidak mesti hanya memberikan bantuan dalam bentuk peralatan tangkap ikan seperti perahu dan katitinting saja.

Untuk mengembangkan lebiyh jauh lagi, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tehnis terkait juga bisa terlibat didalamnya dan akan membantu usaha ekonomi masyarakat nelayan tersebut.

“Sejak dulu, bantuan yang diberikan ke nelayan hanya itu itu saja (perahu dan katinting). Bahkan jumlah nelayan dan peralatan tangkapnya sudah sangat seimbang. Makanya untuk saat ini, nelayan tinggal dirahkan bagaimana memanfaatkan sumber daya ikan yang dimiliki untuk dikembangkan dan bukan hanya sekadar menjual bahan baku saja,” terangnya.

Apalagi kata Efendi, sudah sangat banyak lembaga masyarakat di Parigi Moutong ini yang telah melakukan pengembangan sumber daya ikan untuk diolah menjadi produk produk makanan. Mengapa tidak bila sejumlah lembaga ini diberdayakan untuk sharing pengetahuannya seputar pengolahan ikan.

“Dengan begitu, usaha yang dilakukan nelayan tersebut terutama pada faktor pendapatan bisa bertambah dari sebelumnya. Dan bukan hanya Diskanlut saja, akan sangat banyak dinas yang bisa berperan dan membantu ketika usaha tersebut terus dikembangkan,” katanya.

LEAVE A REPLY