Pemilu Penuh Berita Hoax

10
DR. H. Muhtadin Dg. Mustafa memberikan materi terkait penyebaran berita Hoax pada pelaksanaan FGD dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang bermartabat, yang dilaksanakan Polres Parigi Moutong disalah satu hotel di Kota Parigi, Senin (8/4). Foto : Oppie

PARIGI MOUTONG – Pemilihan Umum (Pemilu) yang penuh dengan berita-berita bohong atau hoax, yang tersebar dimana-mana, justru akan menjadi ancaman tersendiri bagi penyelenggaraan Pemilu. Sehingga, tokoh agama, masyarakat dan adat diajak untuk memerangi berita hoax yang dinilai akan merusak.

“Yang pasti bahwa agama apapun tidak menyukai kebohongan. Apalagi dalam Islam, karena kebohongan dapat menyesatkan orang, dan menyebarkan fitnah. Olehnya harus kita perangi bersama,” ungkap DR. H. Muhtadin Dg. Mustafa selaku pemateri pada pelaksanaan FGD dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang bermartabat, yang dilaksanakan Polres Parigi Moutong disalah satu hotel di Kota Parigi, Senin (8/4).

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang membuat berita bohong tersebar disejumlah media sosial, karena masyarakat dianggap malas membaca. Ketika mendapatkan informasi, langsung menganggap hal itu paling benar dan disebarkan.

Padahal kata dia, mereka yang menyebarkan tidak mengetahui sumber berita berasal dari mana, dan bagaimana kualitas kebenarannya. Apalagi, yang menyebar merupakan para tokoh, sehingga apa yang disebarkan menjadi sebuah kebenaran.

“Ini kan menyesatkan orang. Makanya saya selalu mengajak pada siapapun, bahwa Pemilu ini harus terlaksana dengan baik dan berjalan dengan aman. Sebab, kita punya kepentingan terhadap suksesnya Pemilu ini,” kata dia.

Dia mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat beragama untuk mensukseskan Pemilu, demi Pemilu yang bermartabat, adil, dan berintegritas. Berikanlah, ruang kepada penyelenggara Pemilu, agar dapat melaksanakannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pihaknya berpesan, aparat kepolisian harus netral karena sangat menentukan keberhasilan Pemilu. Kemudian, perlu melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, dan tidak terlalu reaktif, yang akhirnya menimbulkan reaksi masyarakat.

Sementara untuk Bawaslu kata dia, harus terus meningkatkan pengawasan dan melibatkan seluruh masyarakat. Tidak hanya aparat diinternal Bawaslu saja, namun melibatkan tokoh agama, masyarakat dan adat, untuk bersama mengawasi Pemilu ini.

“Sehingga masyarakat tergugah, bahwa Pemilu ini betul-betul jujur dan terlaksana dengan baik. Bahkan, tidak ada yang mencoba-coba melakukan pelanggaran, karena banyak yang mengawasi,” tandasnya. OPIE

LEAVE A REPLY