Disdikbud Realisasikan Dana Bos Triwulan Pertama 106 Sekolah

11

PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong telah merealisasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama tahun 2019 ke 106 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Sebelum pelaksanaan UNBK kemarin, dana BOS triwulan pertama sudah kami cairkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Kami baru cairkan ke 106 sekolah pada bulan April kemarin,” ungkap Kepala Seksi Pembinaan SMP pada Disdik Parigi Moutong, Ahmad Rudin yang ditemui Songulara diruang kerjanya, Kamis (9/5).

Dia mengakui, memang realisasi dana BOS pada triwulan pertama tahun ini mengalami keterlambatan, yang seharusnya dijadwalkan pada bulan Februari, namun belakangan baru dapat direalisasikan pada bukan April kemarin.

Pasalnya kata dia, pihaknya tidak memiliki akses terkait jadwal pencairan dana BOS tersebut, sebab hal itu menjadi urusan meneger dana BOS ditingkat provinsi. Sehingga, tidak ada hubungannya dengan keterlambatan administrasi atau update dapodik ditingkat sekolah.

Apalagi, pihaknya pihaknya telah mensosialisasikan ke seluruh sekolah, pada akhir bulan Desember mereka harus mengupdate jumlah siswa didapodiknya. Sebab, penentuan alokasi dana BOS ada di akhir tahun 2018 kemarin.

“Jadi pihak sekolah terpaksa harus membelanjakan seluruh dana BOS triwulan pertama, di triwulan kedua ini,” ujarnya.

Menurut dia, total dana BOS yang dicairkan pada triwulan pertama tahun 2019 ini, sebesar Rp3.268.600.000,-. Anggaran tersebut untuk tingkat SMP, yang bertambah jumlahnya bertambah dari 103 menjadi 106. Sebab, ada tiga sekolah baru di Kecamatan Palasa dan Tomini, yang telah dikeluarkan izin operasional untuk dimasukan dalam sistem dapodik.

Untuk dana BOS triwulan kedua tambahnya, biasanya tidak terjadi keterlambatan, karena pada tanggal 30 Maret kemarin sudah ada data dapodik yang diterima ditingkat provinsi, berdasarkan juknis.

Nantinya kata dia, untuk realisasi dana BOS triwulan kedua akan dicairkan sebesar 40 persen dari total anggaran masing-masing sekolah, karena berdasarkan Juknis ada pembalanjaan dana buku sesuai kebutuhannya.

“Jadi anggaran ditriwulan dua jumlahnya akan naik, karena ada dana buku untuk dibelanjakan pihaknya sekolah,” tuturnya.

LEAVE A REPLY