Puluhan SD di Parigi Moutong Dapat Bantuan Kementerian PUPR

15
Kepala Bidang SD Disdikbud Parigi Moutong, Ince Pina

PARIGI MOUTONG – Sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019, mendapatkan bantuan bangun baru dan rehabilitasi bangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum damn Penataan Ruang (PUPR).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Ince Pina kepada Songulara, Rabu (15/5). Pihaknya kata dia telah diundang untuk melakukan koordinasi di Kementerian PUPR pada bulan November 2018.

Menurut dia, Kementerian PUPR meminta pihaknya untuk melakukan verifikasi kembali data tersebut agar dipilah sekolah mana saja yang telah mendapatkan DAK dari Kementrian Pendidikan.

“Data itu mereka dapat dari Kementerian Pendidikan, dari usulan kami juga untuk bantuan DAK. Makanya kami diminta untuk memilah data itu, supaya tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Setelah dipilah, pihak Kementerian PUPR katanya langsung melakukan verifikasi sendiri dan menetapkan 15 SD sebagai sasaran penerima bantuan. Sekolah tersebut diantaranya terletak di Kecamatan Ongka, Sausu, dan Kasimbar.

Nantinya, sekolah itu akan mendapatkan bantuan bangunan baru dan rehabilitasi bangunan berdasarkan hasil verifikasi, dengan alokasi anggaran bervasiasi mulai dari Rp200 juta

“Jadi mulai dari lelang hingga pelaksanaan semua yang lakukan pihak Kementerian PUPR. Kami berdasarkan petunjuk dari mereka hanya sebatas memfasilitasi saja,” kata dia.

Selain itu, pihaknya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut hanya diminta menyiapkan ruangan darurat belajar saat pembangunan mulai dilaksanakan dan persoalan asset.

Sementara, Kadis Dikbud Parigi Moutong, Adrudin Nur mengatakan, verifikasi kembali yang dilakukan Kementerian PUPR sebenarnya bukan maksud tidak meyakini data yang diserahkan pihaknya, tetapi agar data tersebut lebih independen.

Sehingga, pihak Kementerian PUPR dapat menyandingkan data tersebut dengan hasil survei yang dilakukan oleh tim verifikasi yang mereka bentuk sendiri.

“Untungnya ketika di provinsi kemarin, kami sudah lebih dulu memiliki data sekolah yang terdampak gempa, makanya tinggal disandingkan dengan hasil survei mereka,” tuturnya.

LEAVE A REPLY