Pertamina Lakukan Sidak, Satu Pangkalan Diberi Sanksi Tegas

30
Ardin Dominggo Wiryo Sukarno selaku seles eksekutif elpiji V PT. Pertamina Persero, wilayah Sulteng mendatangi salah satu pangkalan di Kelurahan Loji Kecamatan Parigi, untuk melakukan Sidak, Jumat pekan lalu. Foto : Oppie

PARIGI MOUTONG – PT Pertamina melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) disejumlah pangkalan gas elpigi 3 Kg yang berada di Kota Parigi, guna menindaklanjuti berbagai persoalan. Dari hasil kegiatan tersebut, satu pangkalan dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (HGU) karena mengakui menjual gas tersebut ke rumah makan.
Berdasarkan pantauan media ini, pihak Pertamina yang didampingi beberapa agen gas elpigi 3 Kg, melakukan Sidak juga untuk menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat, yang diduga menjual gas diatas HET. Sekaligus memberikan edukasi kembali kepada pihak pangkalan, konsumen yang menjadi sasaran pendistribusian gas tersebut, agar tepat sasaran.
“Sebenarnya kami berterimakasih sekali atas tindakan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yang beberapa waktu lalu sudah melakukan Sidak dan menyita puluhan tabung gas elpiji 3 Kg, milik pengecer. Semoga ini akan memberikan efek jera bagi mereka,” ungkap Ardin Dominggo Wiryo Sukarno selaku seles eksekutif elpiji V PT. Pertamina Persero, wilayah Sulteng yang ditemui Songulara usai kegiatan, kemarin.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil Sidak yang dilakukan pihaknya memang masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penyaluran gas elpigi 3 Kg dibeberapa pangkalan di Kota Parigi. Misalnya, menjual gas elpiji 3 Kg diatas harga HET yakni, Rp20 ribu. Padahal seharusnya, sesuai aturan di Wilayah Kota Parigi HET-nya Rp16 ribu. Pihaknya juga menekankan kepada para pemilik pangkalan untuk tidak menjual gas ke para pengecer.
Sebab, pihaknya menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang masih saja melanggaran, dengan pemberlakukan PHU.
Salah satu contoh kata dia, pihaknya telah memberikan sanksi kepada pangkalan Rahmat yang berlokasi di Pasar Sentral Parigi. Saat Sidak, pemilik pangkalan mengakui menjual gas elpijinya ke beberapa rumah makan.
“Satunya lagi pangkalan milik Ulfa di Kampal, hanya saja kami harus kembali menelusurinya. Karena ini baru berupa laporan, sehingga harus kami lengkapi lagi,” ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya tidak ada persoalan kelangkaan terkait gas gas elpiji 3 Kg tersebut. Hal itu, bisa dijamin pihaknya sebab SPBE di Desa Panci dalam kondisi full, dan penyaluran dilakukan hingga pukul 22:00 WITA ke pangkalan.
Selain itu kata dia, jika bicara soal alokasi kuota setia harinya untuk wilayah Parigi Moutong, jumlahnya 6800 tabung, dan tercatat mengalami kenaikan mulai per tanggal 1 Mei kemarin menjadi 8000 tabung.
“Jadi untuk harian naik menjadi 15 persen. Jadi perlu dipertanyakan lagi oknum tertentu ini mencari gas itu untuk apa, sebab masih ada juga pengecer yang cari-cari gas ini untuk jual kembali dengan harga tinggi,” jelasnya.
Dia menambahkan, persoalan ini harus mendapatkan kontrol bersama. Sehingga, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melaporkan berbagai temuan, jika ada pangkalan yang nakal yang didukung dengan bukti, nama pangkalan dan agen yang menyalurkan gas tersebut dan akan memberikan sanksi tegas.

LEAVE A REPLY