Ketua KPU Parigi Moutong Diduga Dipukul Oknum Caleg Hanura

176

PARIGI MOUTONG – Ketua KPU Parigi Moutong Abdul Chair mengalami memar dibagian kepala dan gigi nyaris rontok usai pengeroyokan, yang diduga dilakukan oknum Caleg Partai Hanura berinisial AA bersama timnya. Peristiwa itu terjadi dikediamannya Desa Torue Kecamatan Torue, Senin (20/5) dini hari.

Ketua KPU Parigi Moutong, Abdul Chair yang dikonfirmasi media ini membenarkan hal itu. Pengeroyokan itu, terjadi sekitar pukul 01:00 WITA saat dirinya sedang beristirahat dikediamannya bersama keluarga.

“Pintu diketuk awalnya pelan, lama-lama ditola-tola kayak dipaksa. Akhirnya saya mengintip dijendela, dan orang pertama saya liat Erwin Lakaseng karena terkena cahaya lampu. Terus saya intip lagi dijendela yang satunya, saya liat ada mobil Pak Haji. Jadi saya kasih tahu maitua, bahaya saya ini karena ada Pak Haji dengan timnya diluar. Saya sudah ada firasat, makanya saya bilang maitua bilang saja saya tidak ada. Karena mobil saya parkir dirumah ipar saya didekat kantor Camat Torue,” ungkapnya menceritakan kembali kronologis kejadian, saat dihubungi via telpon genggamnya.

Menurut dia, akhirnya sang istri membuka pintu kediaman, dan mendapati oknum Caleg berinisial AA dibalik pintu. Saat itu, AA sempat bertanya keberadaannya kepada istrinya, dan dijawab tidak berada ditempat. Seakan tidak mempercayai pengakuan sang istri, AA akhirnya memaksakan diri masuk kerumah bersama tiga orang tim lainnya.

Dirinya yang saat itu bersembunyi diruangan gudang kediamannya, diikuti AA yang seakan tahu keberadaannya dan menarik dirinya keruangan tamu. Saat itu juga, AA langsung melakukan tindakan kekerasan dengan cara mencekik, menyandarkan tubuhnya kedinding dan orang lainnya yaitu Erwin Lakaseng langsung membabi buta menghadiahinya dengan pukulan. Bahkan, parahnya lagi kepalanya ikut dibenturkan kedinding.

“Istri saya waktu buka pintu, langsung ditanya dengan nada keras mana suamimu, suami kurang ngajar. Istri saya bilang ada ke Parigi, Pak haji bilang, bohong kau sana mobilnya dia simpan disamping kantor Camat, mobilnya sudah kami kasih hancur. Pak Haji dan tiga orang lainnya langsung menerobos masuk, dia dapat saya digudang. Langsung dia bilang kau kenal saya? Terus dia tarik saya ke ruang tamu, disana saya langsung dicekik dan dipukul sampai gigi saya goyang serta dibenturkan kedinding kepala saya, berdasarkan visum ada memar,” ujarnya.

Chair menambahkan, dirinya baru dapat menyelamatkan diri ketika istrinya mempertanyakan mengapa mereka melakukan tindakan tersebut terhadapnya, dan sang istri langsung merangkul. Melihat ada peluang untuk menyelamatkan diri, Chair lari keluar melewati pintu depan yang saat itu terbuka lebar.

“Saya keluar tanpa menggunakan baju, teriak minta tolong sama masyarakat setempat, yang saat itu berada diluar rumah. Tetapi, tidak ada yang memberikan pertolongan, karena mereka menyampaikan berita hoax bahwa saya melakukan tindakan pemerkosaan, jadi jangan ditolong,” kata dia.

Dia mengaku, baru merasa aman ketika berlari menuju rumah ponakannya yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kediamannya. Tak berapa lama, pihak Kepolisian langsung mengamankan AA bersama timnya ke kantor Polsek Torue, dan dirinya melakukan serangkaian visum sebanyak dua kali, di puskesmas Torue dan RSUD Anuntaloko Parigi.

“Pak haji dengan ponakan saya sempat berdebat, karena mereka berkeras saya melakukan pemerkosaan. Jadi saya tetap dikejar ke rumah itu, katanya saya tidak dipukul. Masyarakat yang sudah tahu kebenaranya sudah mulai panas, karena tahu yang sebenarnya. Akhirnya Polisi datang mengamankan mereka ke Polsek Torue,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Parigi Moutong AKBP. Zulham Efendi Lubis yang ditemui SonguLara mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang terduga pelaku pemukulan, untuk mendalami kasus tersebut. Hingga kini, pihaknya masih belum mengetahui apa yang melatarbelakangi mereka melakukan tindakan tersebut.

Menurut dia, terkait dengan kebenaran apakah korban dipukul, secara fisik terlihat demikian. Hanya saja, guna memastikan, hal itu harus menunggu hasil visum. Apalagi, ada penyangkalan dari yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut.

“Empat pelaku itu berinisial AA merupakan oknum Caleg, EK, MA dan HL. Mereka ini yang masuk kedalam rumahnya, sekitar pukul 01:00 WITA menjelang sahur,” jelasnya.

Terkait apakah kasus tersebut telah direncanakan, Zulham menuturkan pihaknya masih mendalaminya.

Amrullah Almahdali Caleg Partai Hanura ditemui usai BAP di Polres Parigi Moutong membantah, dituding melakukan pemukulan terhadap ketua KPU Parigi Moutong.

Menurut dia, saat itu dirinya menemui Abdul Chair dengan cara menepuk punggungnya, yang bersangkutan langsung histeris dan menabraknya, pintu dan terjatuh diteras rumahnya.

“Saya juga jatuh saat itu, sampai kacamata saya pecah. Dia menabrak saya, pintu dan jatuh diteras rumah,” kata dia.

Dia menambahkan, kedatangannya ke kediaman Abdul Chair untuk menyampaikan informasi, yang tidak dapat diwakili karena hal yang prinsip. Diantaranya, persoalan gugatannya tentang perolehan suara di Bawaslu, dan terkait perilaku Abdul Chair meminta uang kepada Caleg Hanura bernama Sandra.

“Tiga hari terakhir saya tidak bisa hubungi beliau terkait gugatan saya. Itu yang membuat kami gelisah untuk temui dia. Kemudian, dia meminta uang kepada Caleg Hanura, mereka sampaikan ke saya karena saya berteman dengan Abdul Chair,” jelasnya.

Kedua persoalan prinsip itu kata dia, tidak mungkin diwakili oleh orang lain, sehingga jam berapapun ada kesempatan, pihaknya harus menemuinya. Ketika, dirinya mendapatkan informasi dari Dayat, jika yang bersangkutan ada dirumah, akhirnya datang mengunjunginya.

LEAVE A REPLY