Kakankemenag Sulteng : Penyuluh Agama Harus Punya Daerah Binaan

13
Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Non PNS di Hotel Ludia Parigi, Selasa (01/10). Foto : Ahdal

Parigi Moutong – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, H Rusman Langke, didampingi Kakankemenag Parigi Moutong, Muslimin, membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Non PNS di Hotel Ludia Parigi, Selasa (01/10).

H Rusman Langke, di awal sambutannya menyapa Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Parigi Moutong, dengan memberikan ucapan selamat karena telah diberikan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan oleh Kantor Kemenag Parigi Moutong.

“Saudara semua patut bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, Karena akan bisa langsung bertemu dengan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI,” ungkap H Rusman Lamake.

Ia mengungkapkan, kegiatan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Non PNS nantinya hanya akan dilakukan di dua tempat di Sulawesi Tengah, yakni di Kabupaten parigi Moutong dan Kabupaten Poso.

Peranan penyuluh agama islam sangat penting, karena merupakan ujung tombak sebagai pelaksana terdepan yang mewakili Kemenag untuk membimbing serta penyuluhan agama terhadap masyarkat. Memberikan penerangan dan motivasi akan pelaksanaan program-program pembangunan bangsa dan negara melalui bahasa agama, jelasnya.

H Rusman Langke selanjutnya menegaskan, bahwa penyuluh agama harus mempunyai daerah binaan, agar umat atau masyarakat yang akan di bimbing itu jelas keberadaannya.

Sementara itu, ketua panitia, Umi Masrurah dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan hari ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas Penyuluh Agama Islam dari waktu ke waktu agar mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Bimbingan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulteng, H Ramli, serta para pejabat eselon IV di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Parigi Moutong.

LEAVE A REPLY