Anak Dalam Suku Lauje, Diberi Pelatihan Kompetensi dan Bantuan Bibit Cengkeh

33
Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu menyerahkan bibit pohon cengkeh kepada peserta pelatihan. Foto : Rudi

PARIGI MOUTONG – Sedikitnya, 68 orang Anak Dalam Suku Lauje yang tergabung dalam Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Parigi Moutong, diberi pelatihan berbasis kompetensi yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Parigi Moutong, di Gedung Serbaguna Tinombo, Kamis (3/10).

Pelatihan yang di wacanakan akan dilakukan selama tiga pekan itu, Anak Dalam Suku Lauje akan dilatih berbagai keterampilan diantaranya, pelatihan montir sepeda motor, menjahit dan tata rias.

Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu, dalam sambutannya saat membuka kegiatan, berpesan agar para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan sebaik-baiknya, selesai mengikuti pelatihan.

Dikatakannya, setelah kegiatan itu para peserta akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kompetensi lagi di Dinas Nakertrans. Peserta yang dinyatakan lulus dalam ujian kompetensi kembali akan diikutkan untuk kursus keterampilan tambahan di Jakarta.

“Selesai pelatihan, kalian akan diberikan kesempatan lagi mengikuti seleksi selanjutnya. Yang lulus dengan predikat terbaik akan diberangkatkan ke Jakarta, mengikuti kursus selanjutnya di sana,” jelas Samsurizal.

Diberi Bantuan Bibit Cengkeh

Pada kesempatan itu, Bupati Samsurizal juga menyerahkan bibit pohon cengkeh kepada peserta pelatihan, sebanyak 50 bibit pohon per orang. Samsurizal berharap, agar pohon cengkeh itu ditanam di kampung masing-masing peserta pelatihan, sebagai masa depan bagi Anak Dalam Suku Lauje yang tergabung dalam Tagana.

“Saya berharap, pohon cengkeh ini ditanam di kebun masing-masing di kampung. Jangan disia-siakan bantuan ini, karena ini adalah masa depan kalian,” pesan Samsurizal.

Lewat bantuan bibit pohon cengkeh tersebut, Samsurizal juga berharap dapat merubah pola berkebun secara nomaden Anak Dalam Suku Lauje.

“Lewat pohon cengkeh ini, model ladang berpindah mulai kita minimalisir di kalangan Anak Dalam Suku Lauje. Mereka yang tergabung dalam Tagana ini saya harapkan sebagai pionernya,” tandas Samsurizal.

LEAVE A REPLY