Tingkatkan SPMK, Dinkes Latih Puskesmas Tangani HIV AIDS

22
Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, dr. Revi Tilaar

PARIGI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong laksanakan pelatihan terkait penanggulangan HIV AIDS untuk seluruh Puskesmas, tahun 2019.

Kepala Dinkes Parigi Moutong, dr. Revi Tilaar mengatakan, pelatihan bagi civitas kesehatan Parigi Moutong tersebut sebagai upaya dalam rangka meningkatkan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan (SPMK) Parigi Moutong, sesuai dengan Permenkes Nomor:4 Tahun 2019.

Juga sebagai upaya meningkatkan kembali semangat dan peran serta tenaga kesehatan di 23 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di daerah ini. Pasalnya, dari seluruh Puskesmas yang ada, tinggal 1 Puskesmas saja yang masih aktif memasukkan laporan terkait penanggulangan HIV AIDS-nya.

“Makanya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah- perubahan (APBD-P) kami mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan pelatihan dengan tujuan tersebut (SPMK), sekaligus sebagai penagasan bahwa Pemkab Parigi Moutong tetap fokus bersama pemerinhtah pusat dalam penanganan dan penanggulangan bahaya HIV AIDS,” terang Revi kepada Songulara, Selasa (10/12).

Adapun target pelaksanaan kegiatan tersebut lanjut mantan Kepala RSUD Anuntaloko ini, diharapkan dapat melakukan pemeriksaan screening (penyaringan) HIV AIDS pada delapan populasi kunci yang rentan terkena dampak.

Sebab untuk saat ini, target screening tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target pemerintah yakni 100 persen. Olehnya kata dia, pemaksimalan tenaga kesehatan di setiap Puskesmas dalam melakukan screening itu diharapkan berjalan sesuai harapan, minimal semua ibu hamil pada trimester pertama (3 bulan) sudah harus terperiksa.

Selain itu, upaya untuk melakukan penanggulangan HIV AIDS ini juga kata dia ditempuh dengan melakukan kerja sama dengan seluruh organisasi wanita dengan memberikan pemahaman secara konfrenhensif (menyeluruh) terkait narkoba dan HIV AIDS.

“Diharapkan kedepan seluruh oragnisasi wanita ini bisa berperan aktif bersama-sama pemerintah dalam rangka penanggulangan bahaya penyalahgunaan obat terlarang maupun penanggulangan HIV AIDS,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY