Lawan Covid – 19, BPBD Diguyur Dana Rp2,5 Miliar

14

PARIGI MOUTONG – Guna melawan penyebaran Virus Corona (Covid – 19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 miliar. Dana sebesar itu, dipersiapkan untuk dibelanjakan terhadap berbagai kebutuhan terkait dengan penanganan Covid-19. Pengelolaan anggaran itu diserahkan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Badan Bencana Daerah Parigi Moutong, Azis Tombolotutu

Salah satu OPD yang mengelola dana penanganan Covid-19, adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala BPBD Parigi Moutong, Azis Tombolotutu mengatakan, saat ini pihaknya mengelola anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp2,5 miliar. Anggaran itu telah digunakan untuk berbagai kebutuhan diantaranya untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan oleh petugas tim terpadu yang bertugas di pos-pos perbatasan dan juga untuk staf BPBD yang bertugas di lapangan. Selain itu kata Azis, anggaran tersebut juga telah digunakan untuk dana konsumsi petugas di lapangan serta honor petugas keamanan dan petugas lain yang bertugas di pos-pos perbatasan.
“Untuk honor-honor petugas semua ada di kita. Honor untuk petugas keamanan dari kepolisian dan TNI juga honor untuk anggota satpol PP dan petugas dari dinas perhubungan. Honor tersebut tidak langsung kami transfer ke rekening pribadi masing-masing petugas, melainkan ditransfer ke rekening penampung di intansi masing-masing. Hal itu dilakukan personil yang bertugas di lapangan selalu bergantian,”ujar Azis kepada wartawan di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Selasa malam (12/5/2020).
Pembayaran honor petugas perhari lanjut Azis berbeda-beda. Khusus untuk honor petugas kepolisian dan TNI sudah punya prosedur sendiri. Sedangkan petugas OPD disesuaikan dengan SBU.
Sedangkan untuk biaya konsumsi kata Azis juga sudah siap dibayarkan, walaupun sempat muncul keluhan dari petugas di lapangan yang kekurangan makanan.
“Dana untuk makan minum petugas di lapangan siap eksekusi setelah sebelumnya kami siapkan dokumennya. Lebih dari lima hari kami siapkan dokumennya agar tidak terjadi kesalahan prosedur. Jadi kami sekarang kami jalankan, tidak ada kendala untuk persoalan makan minum,” tutupnya.

LEAVE A REPLY