Wabup Terima Penyuntikan Vaksin Covid 19 Tahap Pertama

Wabup Terima Penyuntikan Vaksin Covid19 Tahap Pertama
Wabup Terima Penyuntikan Vaksin Covid19 Tahap Pertama

PARIGI – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, Badrun Nggai, menerima penyuntikan pertama vaksin Covid19 pertama pada pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 yang diperuntukan para Lansia diwilayah Parigi Moutong.

Pemberian vaksinasi lansia itu, diawali Wabup yang juga selaku Ketua Komda Lansia Kabupaten Parigi Moutong dan kemudian diiukuti Ketua MUI dan ketua organisasi kemasyarakatan serta masyarakat. Pemberian vaksinasi covid 19 berlangsung dilantai II kantor bupati (30/03).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Wulandari Marasobu, SKM mengatakan, total 30 orang lansia telah melakukan penyuntikan vaksin covid 19 diantaranya 13 orang lansia dan 17 orang dari pra lansia.
Wulandari menuturkan, dengan adanya vaksinasi lansia kita bisa menekan kasus baru covid 19 yg terjadi pada lansia. Menurutnya, lansia adalah golongan usia yang sangat rentan terhadap virus tersebut.

Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa para lansia sangat antusias terhadap pemberian suntikan vaksin covid 19 ini, hanya saja banyak diantara para lansia terkendala oleh beberapa penyakit komorbid diantaranya gula, kolesterol dan hipertensi. Tutur wulandari

“Sesuai dengan absensi kehadiran lansia untuk melakukan vaksinasi tercatat sebanyak 70 orang lansia, tapi setelah melakukan tahapan pemeriksaan banyak terkendala dengan penyakit komordid yang mana tidak bisa untuk melakukan penyuntikan vaksin covid 19”, kata Wulandari.

Kabid Wulandari atas nama Dinas Kesehatan kabupaten Parigi Moutong mengucapkan terima kasih kepada komda lansia kabupaten Parigi Moutong, khususnya bapak ketua komda lansia, Badrun Nggai,SE yang telah memfasilitasi para lansia untuk datang menghadiri pencanangan sekaligus melakukan penyuntikan vaksinasi lansia ini.

H. Badrun Nggai,SE wakil bupati Parigi Moutong dalam pencanangan vaksinasi lansia mengatakan, tidak menyangka kedatangan para lansian untuk melakukan penyuntikan vaksin covid 19 ini antusiasnya sangat tinggi, awalnya saya merasa ragu-ragu tapi Alhamdulillah kepedulian lansia ini perlu kita apresiasi.

Olehnya, antusias lansia yang melakukan vaksinasi covid 19 itu diharapkan kembali kerumah masing-masing tidak mendapat keluhan setelah melakukan vaksin. Diharapkan lansia ini melakukan informasi kepada masyrakat lansia lainnya bahwa, penyuntikan vaksinasi untuk lansia itu aman dan tidak ada keluhan setelah divaksin covid 19, tutur Wabup.

“Seperti saya yang telah melakukan penyuntikan vaksin tidak merasakan apa-apa, bahkan saat penyuntikan berlangsung rasanya seperti semut yang mengigit saja. Jadi, penyuntikan ini aman dan halal bagi para lansia”. Kata wabup.

Kedepan melalui Dinas Kesehatan dalam memberikan vaksin kepada semua kalangan dan vaksinya siap, maka para lansia yang ada di 23 kecamatan bisa mendatangi puskesmas setempat untuk melakukan penyuntikan vaksin tersebut. Dan ini juga berlaku semua ASN dan para Guru-Guru, mereka mendatangi puskuesmas terdekat. Kata wabup
Ini Syarat Bagi Para Lansia Usia 60 Tahun Keatas Untuk Melakukan Penyuntikan Vaksin Covid 19
1. Membawa KTP
2. Suhu dibawah 37,5 drajat
3. Tekanan dara dibawah 180/110
4. Mengalami gejala Ispah seperti batuk, pilek, sesak napas 7 hari terakhir.
5. Keluarga serumah yang mengalami suspek covid 19.
6. Mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
7. Menderita penyakit jantung (gagal jantung), penyakit jantung coroner, autoiment Sistemik, penyakit ginjal, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit komorbid diantaranya gula, kolesterol dan hipertensi, penyakit kanker, penyakit diabetes, penyakit HIV dan TBC.

Pemberian penyuntikan vaksin nantinya melalui 4 tahap. Tahap pertama adalah, pendaftaran dan verifikasi data. Kedua, pemeriksaan fisik dan edukasi vaksin. Ketiga, pemberian vaksinasi dan Keempat, observasi, pencatatan dan pemberian kartu vaksin.

Bagi lansia yang telah melakukan vaksin diharapkan 30 menit untuk tidak meninggalkan tempat pelaksanaan vaksin, ini bertujuan melihat perkembangan setelah melakukan penyuntikan dan setelah 30 menit dilalui lansian yang melakukan vaksin bisa meninggalkan ruangan tersebut.

VIAIrwan Sahar S.Sos
BAGIKAN

LEAVE A REPLY